LAYANAN KIA

LAYANAN KIA

 

UPT Puskesmas Kuta I merupakan Balai Kesehatan Ibu dan Anak yang terletak di Jl. Raya Kuta Gang Mawar No. 3. Adapun pelayanan yang ada di BKIA Kuta I adalah pelayanan Poli KIA, Poli KB, Poli Imunisasi dan tempat bersalin. Poli KIA merupakan tempat mendapatkan pelayanan terkait dengan kesehatan ibu dan anak. Poli KIA mencakup pelayanan untuk ibu hamil dan nifas.

A.Pemeriksaan Ibu Hamil (Antenatal Care)

Pemeriksaan kehamilan merupakan salah satu tahapan penting menuju kehamilan yang sehat. Boleh dikatakan pemeriksaan kehamilan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para ibu hamil. Pemeriksaan kehamilan minimal dilakukan 4 kali selama kehamilan yaitu pada usia kehamilan trimester pertama, trimester kedua dan dua kali pada kehamilan trimester ke tiga, itupun jika kehamilan normal. Namun ada baiknya pemeriksaan kehamilan dilakukan sebulan sekali hingga usia 6 bulan, sebulan dua kali pada usia 7 - 8 bulan dan seminggu sekali ketika usia kandungan menginjak 9 bulan. Berikut diterangkan mengenai hal apa saja yang dilakukan dalam pemeriksaan kehamilan di Poli KIA, sebagai bahan pengetahuan bagi para ibu hamil agar menuju kehamilan yang sehat dan keluarga yang berkualitas.

1. Pemeriksaan Berat Badan Pemeriksaan berat badan dilakukan setiap kali ibu hamil memeriksakan kandungannya, hal ini dilakukan untuk mengetahui pertambahan berat badan, serta apakah pertambahan berat badan yang dialami termasuk normal atau tidak.

2. Pemeriksaan Tinggi Badan Pemeriksaan tinggi badan juga dilakukan saat pertama kali ibu melakukan pemeriksaan. Mengetahui tinggi badan sangat penting untuk mengetahui ukuran panggul si ibu. Mengetahui ukuran panggul ibu hamil sangat penting untuk mengetahui apakah persalinan dapat dilakukan secara normal atau tidak. Karena jika diketahui bahwa tinggi badan ibu dianggap terlalu pendek, dikhawatirkan memiliki panggul yang sempit dan juga dikhawatirkan proses persalinan tidak dapat dilakukan secara normal, dan hal ini harus dilakukan secara caesar.

3. Pemeriksaan Tekanan Darah Pemeriksaan tekanan darah dalam kehamilan sangat penting dilakukan. Hal ini untuk memantau tekanan darah ibu selama kehamilan. Apabila saat kehamilan terjadi peningkatan tekanan darah (hipertensi) yang tidak terkontrol, dikhawatirkan dapat terjadi preeclampsia atau eklampsia (keracunan dalam masa kehamilan) dan dapat menyebabkan ancaman kematian bagi ibu dan janin. Hal lain yang yg juga menjadi perhatian adalah tekanan darah rendah (hipotensi), seringkali di sertai dengan keluhan lemas, pusing dan kurang istirahat.

4. Pemeriksaan perut (Tinggi Fundus Uteri) Setiap datang ibu hamil akan diperiksa tinggi fundus uteri pada perut ibu, ini bertujuan untuk menentukan apakah tinggi fundus sudah sesuai atau belum dengan umur kehamilan. Bila sudah sesuai berarti asupan gizi dari ibu ke bayi sudah cukup, sebaliknya bila tinggi fundus tidak sesuai dengan umur kehamilan kemungkinan janin kekurangan asupan gizi. Selain itu pemeriksaan ini juga bertujuan untuk menentukan posisi, bagian terendah dan masuknya kepala janin dalam rongga panggul, sertamenentukan letak punggung janin sehingga dapat membantu dalam mencari detak jantung janin.

5. Pemberian Imunisasi Tetanus Toksoid (TT) Pemberian imunisasi TT dalam kehamilan merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk menurunkan angka kematian bayi atau neonates yang disebabkan oleh penyakit tetanus. Manfaat dari imunisasi ini adalah melindungi bayi baru lahir dari penyakit tetanus neonatorum dan melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus bila terluka. Pemberiannya dilakukan 2 kali selama kehamilan. TT1 dapat diberikan sejak diketahui positif hamil pada kunjungan pertama ibu hamil ke sarana kesehatan. Jarak imunisasi TT1 dan TT2 minimal 4 minggu.

6. Pemeriksaan Lab Pemeriksaan Lab yang wajib dilakukan di Poli KIA ini adalah pemeriksaan PMTCT dan pemeriksaan Haemoglobin (Hb). PMTCT merupakan program wajib dari pemerintah, dimana setiap ibu hamil harus dilakukan pemeriksaan PMTCT. Sedangkan pemeriksaan Hb dilakukan untuk mengetahui apakah ibu anemia atau tidak. Selain itu pemeriksaan lab lainnya adalah Protein Urine dan Glukosa Urine, pemeriksaan ini dilakukan apabila terdapat indikasi.

7. Pemberian Tablet Besi Pemberian tablet besi sangat penting untuk ibu hamil, hal ini karena wanita hamil cenderung rentan terkena anemia (kadar Hb darah rendah). Anemia dapat terjadi karena adanya peningkatan kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin, kurangnya asupan zat besi pada makanan ibu hamil, dan adanya kecendrungan rendahnya cadangan zat besi pada wanita akibat persalinan sebelumnya dan menstruasi. Kepada ibu hamil umumnya diberi minimal 90 tablet yang diminum satu tablet setiap harinya.

8. Temu Wicara / Konsultasi Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap di Poli KIA maka ibu hamil akan di konsultasikan ke dokter umum dan poli Gigi. Hal ini merupakan pemeriksaan KIA Terintegrasi yang bertujuan untuk mengetahui kesehatan ibu secara lengkap. Selain pemeriksaan diatas, di BKIA setiap hari selasa juga dilakukan pemeriksaan USG oleh dokter spesialis kandungan (Sp.OG). Ibu hamil yang ingin memeriksaan kehamilan dapat mengetahui posisi, pertumbuhan, jenis kelamin janin, kondisi air ketuban serta perkiraan persalinan apabila ibu lupa dengan HPHT (Hari Pertama Mens Terakhir).

B. Pemeriksaan Ibu Nifas Pemeriksaan ibu nifas merupan pemeriksaan yang dilakukan pada ibu setelah melahirkan. Pada saat control ibu atau kontrol nifas, ibu akan diperiksa status kesehatannya meliputi : berat badan, tekanan darah, pengeluaran ASI, pemeriksaan perut, perdarahan atau jumlah darah yang keluar, serta keadaan jahitan apabila saat melahirkan dilakukan penjahitan jalan lahir. Setelah itu ibu akan diberikan informasi dan edukasi mengenai kesehatan pada masa nifas dan cara merawat bayi, serta dianjurkan untuk segera menggunakan alat kontrasepsi.