SOSIALISASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) di UPT PUSKESMAS KUTA I

  • 16 April 2019
  • Oleh: puskesmaskutasatu
  • Dibaca: 6464 Pengunjung

 

 

 

 

 

 

 

Lambang K3

Bentuk lambang berupa palang berwarna hijau dengan roda bergerigi sebelas dengan warna dasar putih

Arti(Makna) TandaPalang

Bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja(PAK).

Arti(Makna) Roda Gigi

Bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani.

Arti(Makna) WarnaPutih

Bersih dan suci.

Arti(Makna) WarnaHijau

Selamat, sehatdansejahtera.

Arti(Makna) 11 (sebelas) Gerigi Roda

Sebelas Bab Undang-UndangNo 1 Tahun1970 tentang Keselamatan Kerja.

 

Pengertian K3

Filosofi(Mangkunegara)

Suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.

Keilmuan

 

Semua ilmu dan penerapannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja(PAK), kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan.

 

Dasar Hukum Penerapan K3 di Tempat Kerja

UU No 1 Tahun1970 Tentang Keselamatan Kerja

1.Tempat dimana dilakukan pekerjaan bagi suatu usaha.
2.Adanya tenaga kerja yang bekerja di sana.
3.Adanya bahaya kerja di tempat itu.

Permenaker No 5 Tahun1996 Tentang Sistem Manajemen K3

Setiap perusahaan yang memperkerjakan100 tenaga kerja atau lebih dan atau yang mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran lingkungan dan penyakit akibat kerja(PAK).

PermenakerNo 4 Tahun1987 Tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja(P2K3)

1.Tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus memperkerjakan 100 orang atau lebih.
2.Tempat kerja dimana pengusaha memperkerjakan kurang dari 100 orang tetapi menggunakan bahan, proses dan instalasi yang memiliki resiko besar akan terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan dan pencemaran radio aktif.
 
Tujuan K3
 
1.Melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja.
2.Menjamin setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien.
3.Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas Nasional.
 
Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja

Identifikasi dan Pengendalian Bahaya Di Tempat Kerja

1.Pemantauan Kondisi Tidak Aman.
2.Pemantauan Tindakan Tidak Aman.

Pembinaan dan Pengawasan

1.Pelatihan dan Pendidikan.
2.Konseling & Konsultasi.
3.Pengembangan Sumber Daya.

Sistem Manajemen

1.Prosedur dan Aturan.
2.Penyediaan Sarana dan Prasarana.
3.Penghargaan dan Sanksi.
 
Bahaya K3

Pengertian

Semua sumber, situasi ataupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan cedera dan atau penyakit akibat kerja(PAK).

Sumber

1.Manusia.
2.Mesin.
3.Material.
4.Metode.
5.Lingkungan.

Jenis

1.Tindakan.
2.Kondisi.

Faktor

1.Biologi (Bakteri, Virus, Jamur, Tanaman, Binatang).
2.Kimia (Bahan/Material/Cairan/Gas/Uap/Debu Beracun, Reaktif, Radioaktif,
   Mudah Meledak/Terbakar, Iritan, Korosif).
3.Fisik/Mekanik (Ketinggian, Konstruksi, Mesin/Alat/Kendaraan/Alat Berat,
   Ruang Terbatas, Tekanan, Kebisingan, Suhu, Cahaya, Listrik, Getaran, Radiasi).
4.Biomekanik (Gerakan Berulang, Postur/Posisi Kerja, Pengangkutan Manual,
   Desain Tempat Keja/Alat/Mesin).
5.Psikologi/Sosial (Stress, Kekerasan, Pelecehan, Pengucilan, Lingkungan, Emosi
   Negatif).
 
Resiko K3

Pengertian

Potensi kerugian yang bisa diakibatkan apabila terdapat kontak dengan suatu bahaya(contoh: lukabakar, patahtulang, kram, asbetosis, dsb).

Penilaian dan Kategori

Perkalian antara nilai frekuensi dengan nilai keparahan suatu resiko.

 

Budaya 5R

Pengertian

5R adalah cara/metode untuk mengatur/mengelola/mengorganisir tempat kerja menjadi tempat kerja yang lebih baik secara berkelanjutan.

Tujuan

Untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas tempat kerja.

Manfaat

1.Meningkatkan produktivitas karena pengaturan tempat kerja yang lebih efisien.
2.Meningkatkan kenyamanan karena tempat kerja selalu bersih dan luas.
3.Mengurangi bahaya di tempat kerja karena kualitas tempat kerja yang bagus/baik
4.Menambah penghematan karena menghilangkan pemborosan-pemborosan di tempatkerja.
 
Langkah-Langkah Penerapan 5R
 

Penerapan Budaya 5R Di Tempat Kerja

Ringkas

1.Memilah barang  yang diperlukan & yang tidak diperlukan.
2.Memilah barang  yang sudah rusak dan barang  yang masih dapat  digunakan.
3.Memilah barang  yang harus dibuang atau tidak.
4.Memilah barang  yang sering digunakan atau jarang penggunaannya.

Rapi

1.Menata/mengurutkan  peralatan/barang  berdasarkan  alurproses  kerja.
2.Menata/mengurutkan  peralatan/barang  berdasarkan  keseringan  penggunaannya, keseragaman, fungsidanbataswaktu.
3.Pengaturan  tanda  visual supaya  peralatan/barangmudahditemukan.

Resik

1.Membersihkan  tempat  kerja dari semua kotoran,  debu dansampah.
2.Menyediakan sarana dan prasarana kebersihan di tempat kerja.
3.Meminimalisir  sumber-sumber sampah dan kotoran.
4.Memperbarui/memperbaiki  tempat  kerja yang sudah usang/rusak  (peremajaan).

Rawat

Mempertahankan  3 kondisi di atas dari waktu ke waktu.

Rajin

Mendisiplinkan  diri untuk melakukan  4 hal di atas.


  • 16 April 2019
  • Oleh: puskesmaskutasatu
  • Dibaca: 6464 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya