MENGENAL KELOID

  • 28 Mei 2019
  • Oleh: puskesmaskutautara
  • Dibaca: 245 Pengunjung

Bekas luka terkadang cukup mengganggu terutama dari segi penampilan karena terkadang warna bekas luka tersebut kontras dengan warna kulit sekitar dan memiliki bentuk yang tebal dan melebar. Banyak dari kita tahu apa itu bekas luka yang normal dan banyak pula yang tidak tahu apa itu keloid. Pada kesempatan ini kita akan mencoba membahas apa itu keloid dan bagaimana cara mengobatinya.

 

Apa Itu keloid?

Keloid adalah suatu bekas luka yang tumbuh melebihi area luka yang telah menyembuh. Dimana, bagian yang ditumbuhi keloid akan terlihat menonjol di atas permukaan kulit.  Normalnya pada saat Anda mengalami luka, bekas luka atau jaringan parut akan terbentuk di atas kulit yang luka untuk melindungi dan memperbaikinya. Keloid tidak langsung tumbuh begitu saja, melainkan pelan-pelan. Namun, kita bisa mendeteksi ciri keloid yang akan tumbuh sejak awal.

Apa penyebab keloid?

Keloid dapat tumbuh dimana saja disekitar tubuh setelah mengalami kejadian cedera atau terluka. Dimana, area tubuh yang paling  sering didapatkan pertumbuhan keloid yaitu, dada, bahu, punggung dan cuping telinga.

Pertumbuhan keloid ini dapat timbul akibat:

·         Luka atau cedera,

·         Tindik,

·         Jerawat,

·         Tattoo,

·         Luka cakar,

·         Sayatan bekas operasi, dan

·         Luka bekas suntik vaksin

Secara pasti penyebabnya sendiri tidak diketahui. Para ahli berpendapat bahwa keloid diturunkan secara genetik dalam keluarga. Ini artinya seseorang lebih berpotensi memiliki keloid saat terluka, jika orangtua mereka juga memiliki keloid. Jika anda memiliki faktor risiko keturunan, disarankan untuk tidak melakukan tindik, tattoo, atau melakukan prosedur operasi jika kondisinya tidak terlalu mendesak.

Bagaimana cara kita menegtahui apabila luka tersebut adalah keloid?

Keloid tidak muncul secara instan melainkan kemunculanya terjadi secara perlahan.

Adapun tanda dan gejala dari keloid itu sendiri adalah:

·         Apabila diraba keloid terasa kasar atau menebal dan lebih menonjol daripada area kulit sekitarnya,

·         Pertumbuhannya perlahan dan bisa memakan waktu 3 hingga 12 bulan,

·         Permukaannya mengkilap dan berbentuk cembung,

·         Berwarna aneh berkisar dari merah muda hingga merah tua, kadang sampai keunguan,

·         Biasanya penderita keloid merasakan gatal sehingga ada kemungkinan untuk menggaruknya kembali, yang mengakibatkan keloid tumbuh semakin membesar. Selain gatal, keloid juga terasa nyeri dan kadang sakit saat disentuh.

Kejadian keloid lebih sering terjadi pada ras asia, orang berkulit gelap dan wanita muda. Karena kemunculannya, keloid dapat menimbulkan masalah pada kepercayaan diri seseorang karena kadang bentuknya yang aneh dan pertumbuhannya tampak cukup besar. Selain itu. Pertumbuhan jaringannya bisa mengeras sehingga dapat membatasi pergerakan tubuh anda, bahkan menyebabkan nyeri atau iritasi ketika tergesek pakaian atau bentuk gesekan lainnya.

Bagaimana cara mengobatinya?

Keloid bersifat jinak. Akan tetapi, pertumbuhan keloid yang tidak terkontrol dapat berefek pada penampilan, mengganggu aktivitas dan kadang sampai terjadi gangguan psikologis. Meski tidak berbahaya secara medis, keloid mungkin dapat mengecil dengan sendiri namun dapat juga bersifat permanen dan cenderung untuk kambuh setelah mendapatkan pengobatan.

Bentuknya yang menganggu membuat banyak orang ingin menghilangkannya. Sehingga, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat dimana dokter akan memeriksa kondisi keloid anda secara visual dan memastikan jenis keloid anda apakah benar keloid atau jenis tumor lain.  

Ada beberapa pilihan terapi untuk mengobati keloid yaitu, terapi non bedah, terapi bedah dan kombinasi.

Terapi non bedah

  • Suntikan kortikosteroid pada keloid

Cara menghilangkan keloid dengan suntikan kortisokosteroid tergolong aman, tetapi cukup sakit. Suntikan kortikosteroid akan diberikan pada bagian keloid secara rutin satu atau dua bulan sekali, hingga bagian keloid mengempis. Meski begitu, suntikan ini bisa membuat bagian keloid yang sudah mengempis menyisakan warna kemerahan karena merangsang bagian pembuluh darah di area permukaan kulit. Selain itu, jika suntikan ini sudah mencapai hasil yang maksimal, bekas luka pada kulit biasanya tetap terlihat berbeda dengan bagian kulit lainnya.

  • Cryotherapy
    Cara yang satu ini dilakukan dengan menggunakan nitrogen cair yang akan membekukan keloid. Prosedur ini bisa mengempiskan keloid, tapi biasanya akan meninggalkan bekas luka berwarna gelap pada permukaan kulit.
  • Laser
    Laser dapat membantu meratakan keloid dan membuat warna merahnya menjadi lebih pudar. Namun, metode ini termasuk mahal dan perlu dilakukan beberapa kali.
  • Gel Silikon dan Pressure garment

Cara ini menggunakan gel silikon atau dengan pembalut dari garment yang dibalutkan pada bagian kulit yang ditumbuhi keloid. Hasil dapat bervariasi pada tiap penderita dan penggunaannya harus dilakukan selama beberapa bulan.

  • Suntikan Fluorouracil
     

Suntikan kemoterapi ini cukup sering digunakan untuk mengatasi keloid. Fluorouracil dapat disuntikkan dengan steroid atau tanpa steroid.

  • Interferon
    Intereferon sendiri sebenarnya adalah protein yang secara alami diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk membantu melawan bakteri atau virus. Meski dapat mengempiskan keloid, sampai saat ini masih belum jelas apakah metode ini dapat memberikan hasil yang permanen atau tidak.
  • Radiasi
    Cara menghilangkan keloid dengan radiasi sebaiknya dijadikan pilihan terakhir. Hal ini karena radiasi dikhawatirkan dapat memicu kanker.

Terapi bedah

  • Operasi
    Jika Anda memilih operasi sebagai cara menghilangkan keloid, dokter akan melakukan operasi untuk memotong keloid tersebut. Cara yang satu ini memiliki risiko timbul keloid lainnya yang lebih besar pada luka operasi.

Kombinasi

Untuk meminimalkan risiko tersebut, dokter dapat mengombinasikan operasi dengan tindakan lain, misalnya dengan radiasi atau penyuntikan steroid pada bekas luka atau kombinasi antara penyuntikasn steroid dengan pemakaian gel silikon atau pressure garment.

Dengan berbagai cara menghilangkan keloid di atas, diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan diri Anda.  Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter  untuk menentukan metode yang tepat.

 

oleh : dr. I Gusti Agung Ngurah Rai Jayawiguna
 


  • 28 Mei 2019
  • Oleh: puskesmaskutautara
  • Dibaca: 245 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

Sambutan

dr. Ni Putu Purlimaningsih, S.Ked.,M.Kes

Kepala Puskesmas


Om Swastiastu, Selamat datang di Website UPT Puskesmas Kuta Utara, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dalam pembuatan website ini. Terima kasih juga kami ucapkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Badung beserta seluruh staf UPT Puskesmas Kuta Utara yang telah memberikan kontribusi dalam kegiatan yang telah dilaksanakan di UPT Puskesmas Kuta Utara. Semoga website resmi ini dapat memberikan informasi tentang pelaksanaan program kesehatan di UPT Puskesmas Kuta Utara. Om Santi, Santi, Santi, Om

Jajak Pendapat
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Kinerja Puskesmas Kuta Utara Kabupaten Badung?

    Jumlah Responden : 47