Logo

0361-771957

  • Selamat datang di Website Resmi UPT Puskesmas Kuta Selatan Pemerintah Kabupaten Badung, Puskesmas dengan Pelayanan UGD 24 Jam. Telp. (0361) 771957. AKREDITASI PUSKESMAS, KOMITMEN, KOMITMEN DAN KOMITMEN
Rabu Legi
Logo

dr. IGN B Sastrawan Dj M.Kes

Kepala Puskesmas Kuta Selatan

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dalam pembuatan Website ini, juga kepada pemegang program di Puskesmas yang memberikan kontribusi data kegiatan dan ide-ide yang selama ini dilaksanakan di Puskesmas KUta Selatan. Mudah-mudahan website resmi ini dapat memberikan manfaat dan kegiatan pelaksanaan program kesehatan di UPT Puskesmas Kuta Selatan khususnya dan kepada para pembaca dan pengunjung website resmi Puskesmas Kuta Selatan.


Foto Galeri

PUSKESMAS KUTA SELATAN RAIH SERTIFIKASI ISO 9001 - 2008

LIHAT LAINNYA

Video Galeri

Alur BPJS Kesehatan

LIHAT LAINNYA

Jajak Pendapat

Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Kinerja Pelayanan Puskesmas Kuta Selatan?

    Res : 31 Responden

Baca Artikel

INDONESIA BEBAS POLIO TAHUN 2020

Oleh : puskesmaskutaselatan | 25 Maret 2016 | Dibaca : 2527 Pengunjung

Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahun 2016 di Indonesia bertujuan untuk mendukung tercapainya eradikasi polio di dunia pada akhir 2020, demikian kata Direktur Surveillance dan Karantina Kesehatan Kemenkes

                                                                    

Polio merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang menyerang  sistem  saraf  sehingga  penderita  menderita  kelumpuhan.  Penyakit  yang pada  umumnya  menyerang  anak  umur  0-3  tahun  ini  ditandai  dengan  munculnya demam, lelah, sakit kepala, mual, kaku di leher dan sakit di tungkai dan lengan. Penyakit polio disebabkan oleh virus yang umumnya masuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan tinja dan virus polio. Sama halnya seperti cacar, polio hanya menjangkiti manusia. Dalam tubuh manusia, virus polio menjangkiti tenggorokan dan usus. Selain melalui kotoran, virus polio juga bisa menyebar melalui tetesan cairan yang keluar saat penderitanya batuk atau bersin.

Tidak ada obat untuk polio. Pengobatan bertujuan untuk mengelola efek dari penyakit. Pilihan terapi suportif meliputi:
Antibiotik – untuk infeksi sekunder
Obat penghilang rasa sakit (analgetik)
Ventilator portabel untuk membantu pernapasan
Obat untuk mengurangi kejang otot Latihan atau olahraga ringan-sedang
Fisioterapi

Imunisasi
UntitledImunisasi atau pemberian vaksin polio dapat meminimalisasi terjangkit virus polio. Anak-anak, wanita hamil dan orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, sangat rentan terkena virus polio jika di daerah mereka tidak terdapat program imunisasi atau tidak memiliki sistem sanitasi yang bersih dan baik.

Orang-orang yang belum divaksinasi akan memiliki tingkat risiko terjangkit polio yang tinggi jika melakukan atau mengalami hal-hal seperti berikut ini.

Tinggal serumah dengan penderita polio.
Sistem kekebalan tubuh yang menurun.
Bepergian ke daerah di mana polio masih kerap terjadi.
Telah melakukan operasi pengangkatan amandel.


Oleh : puskesmaskutaselatan | 25 Maret 2016 | Dibaca : 2527 Pengunjung


Artikel Lainnya :

Lihat Arsip Artikel Lainnya :