Kondisi Umum

Kondisi Umum

Aspek Geografis dan Demografi

 

Luas Wilayah

Kabupaten Badung terletak pada posisi 08o14'17" - 08o50'57" Lintang Selatan dan 115o05'02" - 115o15' 09" Bujur Timur. Peta Kabupaten Badung. Luas Wilayah Masing-Masing Kecamatan di Kabupaten Badung.

 

Keadaan Iklim

Seperti halnya Indonesia pada umumnya, Kabupaten Badung merupakan daerah berikilim tropis yang memiliki dua musim yaitu musim kemarau (April- Oktober) dan musim hujan (Nopember - Maret), antara lain dipengaruhi oleh adanya arus angin yang melintasi suatu daratan serta banyak tidaknya kandungan uap air, Realisasi curah hujan di bawah normal terjadi pada bulan Januari, Mei, Juni, Juli,  Agustus, Oktober, Nopember dan Desember. Sedangkan curah hujan di atas normal terjadi pada bulan Pebruari, Maret, April, September dan Oktober. Curah hujan rata-rata pertahun antara 893,4 - 2.702,6 mm. Suhu rata-rata 25 - 30oC dengan Kelembaban udara rata-rata mencapai 79%. Keadaan suhu tertinggi terjadi pada bulan oktober yaitu 31,1oC, sedangkan suhu terendah terjadi pada bulan juli yaitu 28,4o C.

 

Kepadatan Penduduk

Dalam pengambilan kebijakan pembangunan, kepadatan penduduk dalam suatu wilayah sangat penting diketahui dan salah satu bahan pertimbangan dalam merencanakan pembangunan wilayah tersebut. Semakin padat suatu wilayah maka semakin besar perhatian yang diperlukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan. Jika dikaitkan dengan masalah – masalah sosial, kesehatan dan lingkungan hidup, maka semakin padat suatu wilayah semakin besar kemungkinan terjadinya kerawanan sosial serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar. 

Grafik Kepadatan Penduduk Di Kab. Badung Tahun 2007 – 2012.

 

Aspek Pendidikan

Kemampuan membaca dan menulis (baca tulis) merupakan salah satu keterampilan minimum yang dibutuhkan oleh penduduk untuk dapat menuju hidup sehat dan sejahtera. Kemampuan baca tulis tercermin dari angka melek huruf penduduk untuk dapat menyerap informasi. Persentase penduduk berumur 10 tahun keatas yang buta huruf digunakan kebanyakan negara berkembang untuk memprediksi tingkat pendidikan penduduk pada umumnya.

Berdasarkan Data BPS Kabupaten Badung, 2011 disebutkan bahwa prosentase penduduk 10 tahun ke atas melek huruf di Kabupaten Badung sebesar 93,53 dengan distribusi berdasarkan jenis kelamin yaitu pada laki-laki 96,29 dan perempuan 90,80.

 

Aspek Perekonomian

Upaya untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Badung telah banyak dilakukan, salah satunya dengan meningkatkan kunjungan wisatawan, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembentukan struktur ekonomi Kabupaten Badung. Pertumbuhan tersebut telah berimplikasi pada perluasan lapangan kerja sehingga secara bertahap pengangguran di Kabupaten Badung dapat dikurangi.

 

Grafik Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Badung Tahun 2005-2010.

 

 

Analisis Lingkungan ( Analisis SWOT)

Apa yang direncanakan dan yang akan dikerjakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Badung harus selalu mengacu pada misi seperti diatas dengan menggunakan strategi-strategi berdasarkan hasil analisa kekuatan, kelemahan, peluang serta tantangan yang ada.

 

 

Analisa Lingkungan Internal ( ALI )

Kekuatan :

 

Kebijakan pemerintah menetapkan kesehatan sebagai prioritas pembangunan

Potensi sarana kesehatan yang memadai

Potensi tenaga medis dan paramedis yang cukup

Tersedianya obat-obatan

Masyarakat yang sudah terbuka akan hidup sehat

Sumber daya alam yang subur dan memadai.

Adanya peraturan daerah yang mengatur retribusi pelayanan kesehatan.

Adanya dukungan dana dari pemerintah daerah.

Kelemahan :

 

Belum lengkapnya peralatan medis

Masih ada sarana pelayanan kesehatan yang rusak

SDM paramedis yang masih perlu ditingkatkan

Pelayanan yang belum maksimal

Akses yang belum menjangkau seluruh masyarakat

Budaya hidup sehat belum tersebar merata ke masyarakat

Sistem informasi komunikasi yang belum optimal

 

Analisa Lingkungan Eksternal ( ALE )

Peluang :

 

Adanya komitmen politis/dukungan politis Pemda.

Mempunyai daerah obyek wisata.

Kemampuan ekonomi dan pendidikan masyarakat yang cukup baik.

Kebiasaan dan perilaku masyarakat berobat kesarana kesehatan cukup baik.

Dekat dengan pusat-pusat pelayanan kesehatan dengan kualifikasi pelayanan yang lebih tinggi

Ancaman :

 

Musim yang tak dapat ditentukan sehingga sering menimbulkan wabah  penyakit

Besarnya pengaruh narkoba dan seks bebas

Tingginya kontak dengan dunia luar yang memiliki resiko lebih tinggi tertular penyakit

Mobilisasi penduduk cukup tinggi.

Perilaku masyarakat tentang kesehatan khususnya pencegahan penyakit masih rendah.