Kritik dan Saran
 
 
Jajak Pendapat
 
Bagaimana menurut pendapat anda tentang website ini ?
Sangat Bagus
Bagus
Kurang Bagus
Jelek
Hasil Voting
137 Responden



 
    Kondisi Umum

 GAMBARAN UMUM

Kabupaten Badung terletak pada posisi 08o14'17" - 08o50'57" Lintang Selatan dan 115o05'02" - 115o15' 09" Bujur Timur, membentang di tengah-tengah Pulau Bali dengan batas wilayah yaitu Sebelah Utara : Kabupaten Buleleng, Sebelah Timur : Kabupaten Bangli, Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar, Sebelah Selatan : Samudra Hindia dan Sebelah Barat : Kabupaten Tabanan.

Secara administratif jumlah penduduk Kabupaten Badung memeiliki jumlah penduduk sejumlah 543.681 jiwa (147.313 KK) dan mempunyai wilayah seluas 418,52 km2 (7,43% luas Pulau Bali)terbagi menjadi 6 (enam) wilayah Kecamatan yang terbentang dari bagian Utara ke Selatan yaitu Kecamatan Petang, Abiansemal, Mengwi, Kuta, Kuta Utara, & Kuta Selatan.

Jumlah tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Badung sesuai bidang keahliannya terdiri dari dokter umum 54 orang, dokter gigi 26 orang, perawat 139 orang, bidan 151 orang, ahli kesehatan masyarakat 18 orang, ahli gizi 42 orang dan ahli kesehatan lingkungan 30 orang. Sedangkan fasilitas kesehatan yang ada di kabupaten Badung meliputi 12 pusk, 54 pustu, 571 posyandu, 1 RSUD, 3 RS Swasta, 5 klinik dan 137 praktek dokter bersama.

 

ISU-ISU STRATEGIS BIDANG KESEHATAN

1.    Kesehatan merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang, sehingga dapat dikatakan bahwa pembangunan kesehatan adalah upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai amanat UUD 1945 pasal 28 ayat 1 dan UU No. 36Tahun 2009Tentang Kesehatan.

2.    Dari tahunke tahun kuantitas sarana dan prasarana kesehatan di KabupatenBadung terus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi riil masyarakat. Namun mengingat kesehatan bersifat dinamis dan kompleks serta dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor yaitu keturunan, perilaku, lingkungan dan pelayanan kesehatan maka pembangunan kesehatan bukan saja pemenuhan kuantitas sarana kesehatan semata yang menjadi prioritas melainkan keterlibatan peran masyarakat serta peningkatan kualitas pelayanan menuju pelayanan kesehatan yang prima. Prima yang dimaksud tentunya pelayanan yang bermutu dan terjangkau, baik dari sisi kualitas manajemen pelayanan maupun kemudahan akses masyarakat ke sarana kesehatan termasuk keterjangkauan masyarakat dalam pembiayaan.

3.    Masih belum optimalnya tingkat kesehatan masyarakat terkait masih adanya kasus gizi buruk, kematian ibu dan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang berpotensi wabah walaupun masih rendah dari indikator nasional. Dalam rangka mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya maka berbagai upaya pemecahan harus terus dikembangkan.

4.    Manajemen kesehatan yang mencakup;  perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pengawasan dan pertanggungjawaban pembangunan kesehatan terus dikembangkan. Upaya untuk menyusun perumusan kebijakan kesehatan yang berbasis bukti, survailans secara menyeluruh, dan regulasi bidang kesehatan baik jenis, jumlah maupun efektivitasnya juga terus ditingkatkan.

 

Copyright © 2011, Dinas Kesehatan Kabupaten Badung. All Right Reserved.